Semarang – Musim penerimaan siswa baru tak hanya membuat para orang tua harap-harap cemas menunggu hasil seleksi, tetapi juga memunculkan fenomena tahunan berupa permintaan bantuan kepada anggota dewan agar anak mereka dapat diterima di sekolah negeri.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adiwibowo atau yang akrab disapa RAW. Ia mengaku hampir setiap bulan Mei hingga Juni selalu didatangi warga yang berharap dirinya bisa membantu meloloskan anak mereka ke SD maupun SMP negeri.
Namun, RAW menegaskan dirinya hampir selalu memberikan jawaban yang sama, yakni tidak bisa membantu karena proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah berjalan secara online dan transparan.
“Semua kelihatan. Sistemnya online dan transparan. Sekolah juga sudah punya jumlah kursi yang ditetapkan, sehingga tidak mungkin ada tambahan kuota hanya karena ada yang menitipkan,” ujarnya.
Menurutnya, kapasitas setiap kelas sudah ditentukan sesuai aturan pendidikan. Jika dipaksakan menambah jumlah siswa di luar kuota, hal tersebut justru dapat mengganggu proses belajar mengajar yang telah dirancang.
RAW pun mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa anggota dewan maupun pejabat tidak memiliki kewenangan mengubah hasil seleksi yang sudah berjalan melalui sistem.
“Bukan tidak mau membantu masyarakat, tetapi memang hampir tidak mungkin keinginan tersebut bisa diwujudkan,” katanya.
Ia juga mengajak para orang tua mempersiapkan anak menghadapi persaingan pendidikan sejak dini dengan belajar sungguh-sungguh, disiplin, dan siap menerima hasil seleksi secara jujur.
Selain itu, RAW menilai kualitas sekolah swasta saat ini juga semakin berkembang dan mampu menjadi pilihan yang baik bagi masyarakat.
Terkait biaya pendidikan, ia menyebut Pemerintah Kota Semarang telah menghadirkan Program Sekolah Swasta Gratis sebagai solusi untuk memperluas akses pendidikan.
Program tersebut melibatkan 133 sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemkot Semarang dalam pelaksanaan SPMB 2026, terdiri dari 40 TK swasta gratis, 48 SD swasta gratis, dan 45 SMP swasta gratis yang tersebar di berbagai wilayah Kota Semarang.
Sebelumnya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan bahwa program sekolah swasta gratis menjadi salah satu upaya memperluas daya tampung pendidikan tanpa membebani sekolah negeri, sehingga kuota jalur domisili, prestasi, maupun mutasi tetap dapat terjaga.
Adapun jadwal SPMB 2026 untuk jenjang TK dan SD berlangsung pada 8–12 Juni dengan pengumuman hasil pada 17 Juni 2026. Sementara pendaftaran jenjang SMP dijadwalkan pada 22–26 Juni 2026 dengan hasil seleksi diumumkan pada 1 Juli 2026.


