Wakil Ketua MPR RI Minta Maaf atas Polemik Final LCC Empat Pilar di Kalbar
Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf terkait insiden yang terjadi dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang belakangan viral di media sosial.
Ia menegaskan bahwa pimpinan MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan maupun kinerja dewan juri agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Diketahui, ajang LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Pontianak tersebut diikuti sembilan sekolah menengah atas. Pada babak final, tiga sekolah yang bertanding yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Polemik muncul saat sesi rebutan jawaban ketika pembawa acara mengajukan pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Tim C dari SMAN 1 Pontianak menjadi kelompok pertama yang mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Namun jawaban tersebut justru dinilai salah oleh dewan juri dan membuat tim mendapat pengurangan nilai lima poin.
Kesempatan kemudian diberikan kepada regu lain. Regu B dari SMAN 1 Sambas selanjutnya menyampaikan jawaban yang dinilai benar oleh juri dan memperoleh tambahan nilai sepuluh poin.
Keputusan tersebut memicu protes dari Regu C karena merasa jawaban yang mereka sampaikan tidak berbeda dengan jawaban Regu B.
Pihak juri kemudian menyebut Regu C tidak menyampaikan bagian penting terkait “pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD)”. Namun perwakilan Regu C membantah penjelasan tersebut dan meminta audiens memberikan kesaksian atas jawaban yang telah mereka sampaikan.
Insiden tersebut menuai sorotan publik dan memunculkan polemik di tengah masyarakat maupun peserta lomba. Banyak pihak menilai proses penilaian dalam ajang pendidikan harus dilakukan secara objektif, transparan, dan profesional agar tidak menimbulkan keraguan ataupun ketidakpuasan peserta.


