Nasional
Internasional
Ekonomi
Kuliner
Budaya
Sport
Olahraga
Teknologi
Lifestyle
Investigasi
Lingkungan
Semarang
Tempo Doloe
Wisata
Kuliner
Property
HEADLINE

Search

Nama Nama Kampung di Semarang

Nama Nama Kampung di Semarang

NAMA KAMPUNG DI SEMARANG...

Menandai Nama Nama jalan Di Kota Semarang sesuai Toponimi dan catatan Sejarah.
Ada nama jalan yg lahir dari Cerita mitologi yg disampaikan dari mulut ke mulut, meskipun belum seratus persen ada kebenarannya dalam cerita tersebut.

BANYUMANIK, konon berasal dari tetesan air mata Nyi Ageng Pandanaran, yg kemudian berubah menjadi sumber mata air (banyu) yg berkilau seperti berlian (manik).

BETENG dulu di daerah tersebut ada Benteng, yg memisahkan antara aktivitas warga dan pekerja pelabuhan, tepatnya di daerah Pecinan Kota Semarang.

BULU STALLAN terdapat kandang Kuda.

Kp. KRESE dulu daerah tersebut milik Tuan Chriss, seorang Belanda yg menguasai tanah di Semarang.

SEBANDARAN dahulu kapal kapal kecil yg melewati daerah Kali Semarang harus membayar ke Syahbandar sebagai upeti jalur ekonomi dan lalu lintas laut.

BUBAKAN dahulu menjadi bagian pusat pemerintahan Kadipaten Semarang yg sudah ada sejak abad Empat Belas dibawah kekuasaan Ki Ageng Pandanaran.

Kp. BATIK, sebagai centra industri dan pembuatan Batik menjadi centra ekonomi kerakyatan, mampu menembus pasar global.
Aset kampung wisata menjadi investasi pendapatan selain batik, Kampung Batik menjadi tujuan Destinasi Wisata Kota Semarang untuk belajar membatik.

KALIGAWE, atau dahulu dinamakan Jalan Pegisikan, masyarakat menyebut kampung tersebut sudah ada sejak jaman Walisongo.
Dinamakan Kali Gawe, dahulu pengikut Ki Ageng Pandanaran melakukan pekerjaan membuat terusan air atau Damal Lepen, sehingga Kampung Damel Lepen berubah menjadi bahasa Semarangan dalam penyebutan Kampung Kali Gawe.

Kampung JAGALAN, dahulu pada era Saudagar kaya pribumi yg bernama Baguse Tasripin, memiliki tempat pemotongan hewan, sebelum semuanya usai dan menjadi catatan.
Nah untuk mengenang sejarah maka masyarakat menyebutnya Jagalan hingga saat ini.

Kampung PENDRIKAN, sama seperti kampung kampung yg dikuasai oleh Tuan Tanah, dahulu area tersebut dikuasai Prince Van Hendrik, sehingga masyarakat menamai kampung tersebut dengan nama Pendrikan dari pengucapan nama yg sulit oleh kebanyakan orang.

Gunung W Mahessa

Kategori: budaya