Kebersihan Lingkungan Cegah Penularan Hantavirus
Jakarta, Latarkota.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan guna mencegah penularan Hantavirus yang sumber penyebarannya berasal dari tikus.
“Di samping kebersihan lingkungan, kita harus betul-betul aware atau sadar terkait sumber penularan hantavirus yang infeksinya berasal dari tikus. Artinya, tikus jangan sampai berkeliaran dan lain sebagainya karena sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, meski strain virus yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius berbeda dengan yang pernah ditemukan di Indonesia, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi penularan virus, terutama di daerah rawan banjir.
Menurutnya, daerah banjir memiliki potensi besar terhadap penyebaran penyakit karena berkaitan dengan meningkatnya keberadaan tikus dan kondisi lingkungan yang kurang sehat.
“Kesehatan lingkungan sangat terkait dengan adanya sekresi dan penyebaran virus. Karena itu kebersihan lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pencegahan penularan,” ujarnya.
Kasus penularan Hantavirus sebelumnya bermula dari klaster penyakit pernapasan akut di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar melintasi Atlantik dan Afrika.
Virus yang teridentifikasi yakni Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) dari strain Andes yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan dapat menular melalui paparan rodensia atau tikus.
Meski demikian, Indonesia sejauh ini belum pernah melaporkan kasus HPS dan hanya mencatat infeksi Hantavirus tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dalam jumlah terbatas sejak tahun 1991.
Kemenkes juga menyatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan Hantavirus dari tikus ke manusia di Indonesia.
(Ak1)


