Nasional
Internasional
Ekonomi
Kuliner
Budaya
Sport
Olahraga
Teknologi
Lifestyle
Investigasi
Lingkungan
Semarang
Tempo Doloe
Wisata
Kuliner
Property
HEADLINE

Search

Kolaborasi UNWAHAS dan UNISNU Jepara Dorong Kader PKK Kalisegoro Olah Limbah Buah Menjadi Ferlasim dan Detergen Ramah Lingkungan

Kolaborasi UNWAHAS dan UNISNU Jepara Dorong Kader PKK Kalisegoro Olah Limbah Buah Menjadi Ferlasim dan Detergen Ramah Lingkungan

SEMARANG- Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) dan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, melalui program Pengabdian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) tahun 2026 menggelar pelatihan pemanfaatan limbah buah menjadi Ferlasim dan pengembangan produk detergen cair ramah lingkungan. Pelatihan tersebut dilakukan terhadap 25 kader PKK Kelurahan Kalisegoro, Kota Semarang. 

Pelatihan  ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal. Sedangkan tema kegiatan ini adalah “Pemberdayaan Kader PKK melalui Pembuatan Ferlasim Berbasis Limbah Buah dan Pengembangan Produk Detergen Cair Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di Kelurahan Kalisegoro Kota Semarang.” 

Program ini merupakan bagian dari kegiatan PKPT melalui hibah DIPA Universitas Wahid Hasyim tahun 2026. 

Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh apt. Khoirul Anwar, M.Farm.dari UNWAHAS sebagai ketua tim.Pelaksanaan program melibatkan dosen dan mahasiswa dari UNWAHAS serta UNISNU Jepara yang memiliki latar belakang keahlian  yang saling mendukung, khususnya dalam pengembangan produk, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Di sela sela pelatihan ,Khoirul Anwar mengatakan,pihaknya melakukan pelatihan ini untuk memberikan ilmu kepada masyarakat,bahwa limbah juga bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai guna.

“Limbah buah merupakan salah satu jenis limbah organik yang masih berpotensi untuk dimanfaatkan kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, limbah tersebut sering kali langsung dibuang sehingga belum memberikan nilai tambah bagimasyarakat,”katanya.

Selain pengolahan limbah buah menjadi Ferlasim, kegiatan juga memberikan pelatihan mengenai pengembangan detergen cair ramah lingkungan.

Produk tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif produk rumah tangga yang memperhatikan aspek lingkungan. Selain manfaat penggunaannya, produk detergen cair juga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat. 

“Melalui program pengabdian ini, kader PKK diperkenalkan pada pendekatan pemanfaatan limbah dari sumbernya. Limbah buah tidak hanya dipandang sebagai sisa yang harus dibuang, tetapi dapat diarahkan menjadi bahan yang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat,”tambahnya.

Khoirul Anwar menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. 

“ Pelatihan diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan limbah, tetapi juga membangun keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk yang memberikan manfaat,”jelasnya

Produk tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif produk rumah tangga yang memperhatikan aspek lingkungan. Selain manfaat penggunaannya, produk detergen cair juga memiliki peluanguntuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat. 

Khoirul juga mengatakan,kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi kader PKK untuk melihat bahwa pengelolaan limbah dapat dikembangkan bersamaan dengan peningkatan keterampilan masyarakat. 

“Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga pada pemanfaatan potensi lokal secara lebih produktif,”kata Khoirul Anwar.

Kolaborasi antara UNWAHAS dan UNISNU yang dilakukan ini menggabungkan kompetensi akademik dari kedua perguruan tinggi dengan potensi yang dimiliki masyarakat Kelurahan Kalisegoro. Tim pengabdiandari UNWAHAS terdiri atas apt. Khoirul Anwar, M.Farm.sebagai ketua, Drs. apt. Ibrahim Arifin, M.Sc.sebagai anggota, serta mahasiswa Ahmad Khoirudin dan Risna Rifiyanti.

Sementara itu, timdari UNISNU Jepara terdiri atas Dr.Subadriyah, SE., M.Si., Fatchur Rohman, SE., S.Pd., M.Si., dan Moch. Aminnudin, S.T., M.M., serta mahasiswa Mohammad Affandi dan M. Ade Ichsan Romadhan. 

Dari pelatihan ini diharapkan  kader PKK dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Limbah buah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diarahkan menjadi bahan yang dapat menghasilkan produk bernilai guna. 

Kedepan, kolaborasi UNWAHAS dan UNISNU Jepara diharapkan dapat terus berlanjut melalui pendampingan, pengembangan produk, peningkatan keterampilan masyarakat, serta penguatan kesadaran terhadap pengelolaan lingkungan. 

Dengan demikian, program pengabdian ini dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi terciptanya masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.

Kategori: Semarang