Nasional
Internasional
Ekonomi
Kuliner
Budaya
Sport
Olahraga
Teknologi
Lifestyle
Investigasi
Lingkungan
Semarang
Tempo Doloe
Wisata
Kuliner
Property
HEADLINE

Search

Kanada Mau Jadi 'Anggota' Uni Eropa, Prabowo Absen Sidang PBB

Kanada Mau Jadi 'Anggota' Uni Eropa, Prabowo Absen Sidang PBB

Internasional,Latarkota.com – Sejumlah isu internasional menjadi sorotan pada Kamis, 17 September 2026. Salah satunya datang dari Kanada yang menyambut tawaran untuk menjadi associate member atau anggota asosiasi pertama Uni Eropa (UE).

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sebelumnya membuka peluang Kanada menjadi anggota asosiasi pertama UE. Perdana Menteri Kanada Mark Carney kemudian menyambut gagasan tersebut saat berbicara di Parlemen Eropa di Strasbourg.

Namun, status associate member tersebut belum memiliki bentuk kelembagaan yang jelas di dalam struktur UE. Jika nantinya diwujudkan, pengaturannya masih harus dibahas dan mendapat persetujuan negara-negara anggota UE.

Carney menegaskan hubungan Kanada dengan Eropa bukan ditujukan untuk membentuk blok baru, melainkan memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, pertahanan, energi, teknologi, mineral kritis, hingga keamanan.

Rencana tersebut juga mendapat perhatian dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menyebut kemungkinan hubungan tersebut sebagai sesuatu yang dapat dianggap sebagai tindakan bermusuhan dan mengancam akan mengambil langkah perdagangan jika kerja sama itu dinilai merugikan AS.

Prabowo Absen Sidang Majelis Umum PBB
Dari Indonesia, Presiden Prabowo Subianto dipastikan tidak menghadiri secara langsung Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York.

Menteri Luar Negeri Sugiono akan memimpin delegasi Indonesia dan mewakili kehadiran Prabowo dalam rangkaian agenda tersebut. Kementerian Luar Negeri menyebut keputusan itu berkaitan dengan fokus Presiden pada urusan domestik.

Sugiono dijadwalkan mengikuti sedikitnya 22 pertemuan, termasuk Debat Umum Majelis Umum PBB, pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), MIKTA, serta sejumlah pertemuan bilateral.

Indonesia akan membawa pesan mengenai penguatan multilateralisme, perdamaian dunia, isu Palestina, serta peran Indonesia sebagai jembatan di tengah situasi global yang semakin terfragmentasi.

Perang AS-Iran dan Konflik Saudi-Houthi
Cekcok di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian. Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya berharap perang Amerika Serikat dan Iran segera berakhir, meski situasi di kawasan masih belum menunjukkan penyelesaian yang jelas.
Di kawasan lain, konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman juga kembali memanas. Pada 17 September, kedua pihak dilaporkan saling melakukan serangan lintas perbatasan.

Serangan drone Houthi yang dicegat Arab Saudi dilaporkan menyebabkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat serpihan yang jatuh di wilayah Taif. Sementara itu, serangan udara Saudi juga dilaporkan menyasar sejumlah wilayah di Yaman.

Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan situasi geopolitik dunia masih bergerak cepat, mulai dari perubahan arah hubungan Kanada-Eropa, agenda diplomasi Indonesia di PBB, hingga konflik bersenjata yang terus mengguncang kawasan Timur Tengah.

Kategori: internasional