SEMARANG,Latarkota.com — Kuasa hukum pihak tertuduh menilai kliennya dirugikan oleh framing pemberitaan dan peredaran potongan video terkait dugaan pengeroyokan pengacara Maher Maulana Jaya (27) di salah satu kafe di Jalan Veteran, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Menurut kuasa hukum, narasi yang beredar dinilai belum menggambarkan kejadian secara utuh. Mereka menyatakan telah menunjukkan rekaman CCTV lengkap yang memperlihatkan rangkaian peristiwa berbeda dari potongan video yang beredar di masyarakat maupun media sosial.
Kuasa hukum menjelaskan, luka yang dialami Maher diduga bukan semata-mata akibat pengeroyokan sebagaimana diberitakan, melainkan diperoleh saat yang bersangkutan terlibat perkelahian dengan orang lain. Hal tersebut, menurut mereka, terlihat apabila rekaman video ditonton secara utuh dan tidak hanya berdasarkan potongan tertentu.
“Kami merasa klien kami dirugikan karena framing dan potongan video yang beredar. Kalau dilihat dari video secara utuh, luka yang dialami Maher sebenarnya didapat saat terjadi perkelahian dengan orang lain,” ujar kuasa hukum pihak tertuduh.
Mereka menilai, rangkaian kejadian perlu dilihat secara menyeluruh karena potongan video berpotensi menimbulkan persepsi yang berbeda dari kronologi sebenarnya.
“Kami tidak keberatan kalau kejadian ini diberitakan. Tetapi jangan hanya menggunakan potongan video. CCTV harus dilihat secara utuh karena antara video yang beredar dengan rekaman lengkap sangat berbeda,” lanjutnya.
Kuasa hukum juga menyebut keributan diduga bermula dari cekcok antara seorang anggota TNI dan pemilik tempat gym. Berdasarkan rekaman CCTV yang mereka tunjukkan, aksi pemukulan diduga diawali oleh pemilik gym terhadap aparat tersebut. Setelah itu, Maher disebut ikut terlibat dalam keributan.
Sebelumnya diberitakan, Maher disebut menjadi korban pengeroyokan ketika berusaha melerai keributan. Dalam pemberitaan tersebut juga disebutkan adanya dugaan pencekikan hingga korban pingsan, kemudian diinjak-injak dan ditendang.
Namun, pihak tertuduh membantah narasi tersebut dan menyatakan rekaman CCTV secara utuh menunjukkan rangkaian peristiwa yang berbeda, termasuk mengenai siapa yang lebih dahulu melakukan pemukulan serta bagaimana luka Maher terjadi.
Karena itu, mereka meminta agar rekaman CCTV lengkap diperiksa dan menjadi bahan pertimbangan dalam melihat perkara tersebut secara menyeluruh. Mereka juga berharap pemberitaan tidak hanya didasarkan pada potongan video maupun keterangan dari satu pihak.


